Ketika mentari mengintip dari cakrawala
Pada pagi sabat tanpa judul istimewa
Terdengar buaian hymne khusyuk berkumandang
Seiring sejuta tahajud dipanjatkan
Keheninganku terusik
Oleh langkah perlahan
Kehadiran sosok menuju sempurna
Seakan paduan suara
Melantunkan keanggunan semesta
Keindahan tak tertandingi
Metafora tak mampu mendeskripsi
Majas bisu terperangah
Sudah sepantasnya
Namamu yang sederhana
Namun estetis bermakna
Tercetak pada kamus pria jatuh cinta
Dijajarkan pada definisi kata “jelita”
Sudah sepantasnya
Namamu serupa mahkota
Bersemayam di ubun2 pujangga
Menemani diriku bertahta wibawa
Atas perayaan kasmaran harsa
Pewahyuan ini
Kuberi judul tanpa judul
Ungkapan rasa kekaguman semata
Kemahiran Sang Pencipta mengukir karya
Lekuk wajah rona sempurna
Entah malaikat entah manusia
Melampaui artha estetika
Kuberi judul tanpa judul
Pewahyuan ini
Pagi sabat jauh dari sempurna
Menjadi sedikit lebih istimewa
-CumiDarat- 92 4-11-2009 ->IT
Saturday, February 6, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment