Belajar berlapang dada
Maksud baik disalahartikan
Tak mengerti pola pikir sahabat
Rumit dan penuh buruk prasangka
Berhentilah bermain dan mencemooh
Sandiwaraku telah usai sejak lama
Begitu tulus menawarkan persahabatan
Diludahi hina karena keterbatasan pola pikir
Tak ingin lagi berkeliaran
Dalam skema permainan konyolmu
Merasa bodoh tertipu
Oleh topeng kemunafikan
Walau telah berhenti memuja
Masih begitu menghargainya
Mendapat balas cerca hina
Hanyalah pahit kuterima
Entah bagaimana
Menawarkan pilihan berdamai
Dengan cara begitu radikal
Solusi tak pernah tercapai
Karna kualitas pikiran yg sempit dan tertutup
Berbicara penuh angkuh dan selubung
Mengaku matang secara rohani
Maaf, itu tak kulihat dalam diri sahabat
Hanya sesumbar belaka
Mengapa mesti berperan antagonis?
Mengapa tetap berkeras pada persepsi yang salah?
Mengapa harus tampak seperti kontes melukai?
Ketika arbitrasi phlegmatis dapat ditempuh
Tuhan ampuni hambaMu
KasihMu lebih besar
Daripada Kasihku untuk sahabat
Ubahkan rumit jadi sederhana
Ubahkan keras jadi kasih
Ubahkan picik jadi tulus
Ubahkan konspirasi jadi rencana indah
Ubahkan prasangka jadi tangan terbuka
Demikian doa untuk sahabat...
Demikian kuAmini...
-CumiDarat- 83 16-5-2009 ->C
Ps: Aku bersulang pada semua cawan yang terangkat
Jika Damai boleh tercipta
Terjawab sudah pergumulanku
Sunday, September 13, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)