Saturday, February 6, 2010

Sia-Sia

Kemuakan hampir tiba di penghujung toleransi
Stagnasi kekejian jaman
Berlari dari cacian pertapa murtad
Laknatnya pelacur buncit
Bersembunyi pada teralis seribu gereja

Pasak-pasak amarah tertancap kuat
Pencemooh bergumam sinis
Mengelabui indera pengendus,
Bangkai busuk seakan mewangi

Kemapuan rasional semakin menumpul
Anyir darah pekat tercium
pada tombak-tombak yang berkarat
kenistaan pujangga durhaka

Kapasitas cerebellum memekik ganas
meluap-luap memaki dan mengutuk
menodai masa muda yang gemilang
layaknya borok kian menghitam

kian lama kian meracau
elemen waras telah sirna dari pujangga
urat-urat memuai akibat lelah
energi tersalur tanpa makna, sia-sia


-CumiDarat- 93 14-12-2009 ->r

No comments:

Post a Comment