Kemuakan hampir tiba di penghujung toleransi
Stagnasi kekejian jaman
Berlari dari cacian pertapa murtad
Laknatnya pelacur buncit
Bersembunyi pada teralis seribu gereja
Pasak-pasak amarah tertancap kuat
Pencemooh bergumam sinis
Mengelabui indera pengendus,
Bangkai busuk seakan mewangi
Kemapuan rasional semakin menumpul
Anyir darah pekat tercium
pada tombak-tombak yang berkarat
kenistaan pujangga durhaka
Kapasitas cerebellum memekik ganas
meluap-luap memaki dan mengutuk
menodai masa muda yang gemilang
layaknya borok kian menghitam
kian lama kian meracau
elemen waras telah sirna dari pujangga
urat-urat memuai akibat lelah
energi tersalur tanpa makna, sia-sia
-CumiDarat- 93 14-12-2009 ->r
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment