Sunday, February 7, 2010

Arloji Maya

Menghitung mundur dari penghujung kisah
Menatap balik pada penjuru lampau
Berawal dari ibadah sia-sia
Tahajud kursi-kursi kosong
Segenap ratap tanpa jawab
Kesunyianku berdamai
Kian lama kian merindu
Walau hanya nada sederhana

Taukah kamu
Begitu nikmat tali persahabatan
Mengupas bersama hari demi hari
Tanpa kau tau, tanpa mereka tau
Seringkali sekilas terlintas
Sekilas terlintas
Ingin lebih dari sekedar yang kau tawarkan

Jika aku berada dalam pigura yg berbeda
Aku milikmu dan kau milikku
Menggenggam tangan halus itu
Tak sesederhana itu harapanku

Jika saja kau katakan iya
Mungkin saja akan terdengar lebih manis
Jika saja kau katakan iya
Mungkin saja akan terdengar lebih merdu

Anugrahkan cinta pada pemuja
Seakan kening dibasuh surga
Mengkudeta hatimu dimana pria itu bertahta
Menghapus kepahitan dilema

Aku bersulang pada cawan-cawan yang terangkat
Pada langit perkasa yang bertobat
Pada pipi gempal yang merona
Pada mawar merah yang bermekaran
Pada ekspektasi hampa seorang pemuja

Cuma ada di lamunan semu
Arloji maya

-CumiDarat- 86 17-9-2009 ->rC

No comments:

Post a Comment