puing-puing rindu tak berbalas
pada pesta angin musim semi
berdiri di sudut berkaca
segenap khayangan terisak
pada penjara dunia maya
bercerita pada kuncup-kuncup bisu
memanggil hujan
mengusir matahari
hatiku penuh dengan pengamen melankolis
dan pengemis sekarat kedinginan
menyimpan benci pada pejalan lalu lalang
cerca hina diludahi haram
ANJING!Murkaku memekik
memecut langit tak berbintang
sepanjang lintingan ganja batas kesabaran
mengayunkan parang nan berkarat
sampai kapan ego dapat tertahan
Menanti Cinta Tertunda
menggunting benang nestapa
rindukan perjamuan seribu kunang-kunang
memugar pilar-pilar runtuh
gerimis mereda lengkungan pelangi
bersulang atas saputangan yang kering
di kala kalender berhenti
Menanti Cinta Tertunda
Gusti selesai berkarya
-CumiDarat- 91 18-10-2009 ->rC
Saturday, February 6, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment