Sesekali dalam gulita malam
Kupandang teliti seksama
tunggangan ksatria perkasa
dua pasang karet hitam memasang kuda-kuda
Bersiap berguling mengadu aspal hitam
Kuputuskan penuhi keinginan hati
mengarungi jalan tak bertepi
dalam kecepatan tak tertandingi
tunggangan beroda empat...
melawan daya gravitasi
begitu piawai berakselerasi
Bahan bakar tanpa timbal beroktan tinggi
bergegas menuju karburator seakan berlari
piston menggebu
Vibrasi mesin semakin bergelora
dengung knalpot sumbang kian meramaikan suasana
ricuh sinkron dan selaras
memainkan tangga nada dalam B-minor
layaknya seperangkat pertunjukan orkestra
Terikat erat sabuk pengaman
pedal akselerasi kupijak dengan mantap
tanpa mengacuhkan speedometer berlomba
mata tak hiraukan berkedip
konsentrasi penuh tak terpecah
Berjudi dengan alam baka
Hembusan nafas terakhir jadi taruhannya
berpacu jantung bertabuh riuh
mengubah tempo adagio menjadi presto
menggenggam perseneling begitu erat
jemari terlihat mahir bermain kemudi
teguh pada haluan tak pasti
entah kemana aku dibawa pergi
musik berputar seolah mengiringi adegan aksi
Menenggelamkan diri dalam dunia autisme
membungkam atmosfer menjadi bisu
mengukuhkan eksistensi diri
manifestasi kegalauan hati
Dengung-dengung mengambil alih kesunyian
melucuti kesepian malam
adrenalin bertahta diatas kewarasan
mendorong diri terus melaju
menuju kepuasan hampa
solusi sementara atas absensi logika
Sesekali dalam gulita malam...
-CumiDarat- 84 13-8-2009 ->r
Sunday, August 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment