Mata sayu mengajakku tuk tidur
Namun pikiran tak mengijinkan
Kafein menabuh jantung bergemuruh
Masih terpaku pada layar kaca dunia maya
Ditemani surat tilang terbaring kaku di atas meja
Memaksa raga agar tidak terlelap
Seakan menunggu sesuatu
menunggu hujan di terik musim panas
mustahil...
Dear Diary...
Kuawali
kutoreh dengan pena baru
Merk serupa pena lama
Namun karakteristik jauh berbeda
Empunya kemasan jelita menawan
Kualitas impor layaknya teknologi terdepan
Semoga bukan pertanda buruk,
Pinta pujangga
Pena baruku...Biduan sengauku
Kamis 4 Juni 2009
Demikian kuawali curahan hati
Diari pujangga bisu
Bercerita pada dinding kamar yang tuli
Tentang biduan sengau mempesona
Daya tarik misteri ilahi
Fenomena ajaib menyihir sang pujangga
Mengundang imajinasi romantis
Layaknya drama sinetron favorit pemirsa
Teringat aksi panggung idola
Terperangah
Mempertunjukkan kebolehan olah suara
Mengolah mikrofon
Kian lama kian manis
Bak mengulum lolipop karamel
la..lala..lala....
demikian nada sendu
Berubah jadi hati berbunga
balada pujangga bisu
Membawa angan pujangga
Pada novel drama SMA
Pada atmosfer manis bermakna
Di saat dua insan berdiri berhadapan
Sang biduan bertumpu pada jari kakinya
Mencoba meraih dan merangkul
Beradu dengan nafas mentholnya
Dengan kedua mata menatap manja
Terpantul cerminan wajah pujangga
Dunia serasa milik berdua
la..lala..lala....
demikian nada sendu
Berubah jadi hati berbunga
balada pujangga bisu
Bagaikan balerina
Biduan menari indah mewarnai
Membuat hati pujangga luluh lantah
jatuh pada permainan emosi
Ditaburi confetti asmara
Bukan maksud hati
Menatap biduan juwita terlampau lama
Hanya mencandu di saat jumpa
Mengundang kisah spektakuler
Dalam agenda pujangga bisu
la..lala..lala....
demikian nada sendu
Berubah jadi hati berbunga
balada pujangga bisu
-CumiDarat- 83 4-6-2009 ->Ac
Monday, August 17, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment