Petang itu
Duduk di sofa hijau
Sunyi sepi diam mengigau
Kutanya kabar, memecah hening
Kau pun menoleh, sapa senyummu
Siang esok
Di lantai empat
Ramai riuh mencuri sempat
Kutangkap perhatianmu, kucoba
Kau menatap, sapa senyummu
Hari Bulan Tahun
Selama itu kuperoleh sapa senyummu
Adakah hatimu?
kuketuk lewat hembusan sapaan
Kusentuh lewat belaian perasaan
Kau balas, sapa semyummu
Lelah rasanya
Matahari semakin pudar
Kucoba sekali lagi
kecupan dari hati ke hati
Kulontarkan senyum
Petang yang kutunggu
kau jawab, sapa senyummu
Tambahmu, namaku kau sebut
Percakapan berlanjut...
-CumiDarat- 6 2004 ->P
Monday, August 24, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment